Simak Yuk! Perjalanan Bangsa Eropa Mengenal Kakao

Theobroma Cacao merupakan tanaman asli Amerika Latin yang menyebar hingga ke bagian tengah, terutama Meksiko, Dari beberapa literatur sejarah ditemukan bahwa 3500 tahun yang lalu, suku asli pedalaman hutan Amazon, yaitu suku Olmec, yang menemukan pohon kakao untuk pertama kalinya.

Suku Olmec sebagai salah satu peradaban Mesoamerika pertama hingga Suku Maya, Toltecs, dan Aztec menganggap biji kakao sebagai ‘Makanan Para Dewa’. Theobroma Cacao sendiri memiliki arti yang sama.

Biji kakao dianggap berharga dan sakral oleh peradaban Mesoamerika; selain menjadi bahan campuran minuman xocolatl ala suku Maya(dikenal sebagai cacahuatl bagi suku Aztec) – yang disajikan di beragam acara penting seperti upacara atau ritual-ritual, pemakaman, dan pernikahan, juga menjadi alat bayar suku Aztec dan suku Maya di masa lampau.

Kakao dipercaya berasal dari suku kata Bahasa Olmec ‘kakawa’ yang berarti ‘Makanan Tuhan’. Botanist, Physician, dan Zoologist asal Swedia, Carolus Linnaeus atau Carl von Linne – Bapak Taksonomi, memberi nama Theobroma Cacao L. sebagai nama latin botani pohon kakao. Penamaan nama botani pohon kakao terdapat dalam jurnal kalsik Carl von Linne Systema Naturae (Sistematika Alamiah) yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1735.

Berikut adalah infografik singkat dari tahun ke tahun perjalanan bangsa Eropa mengenal kakao hingga akhirnya resep Cacahuatl (minuman cokelat pahit dan spicy) menyebar ke beberapa negara Eropa. 

Kakao, Cokelat, Bangsa Eropa, Sejarah, Eropa

 

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *